Wahai kaum mukminin
Bulan ini telah berakhir atau hampir saja berakhir,
Mari kita introspeksi diri-diri kita selama Ramdhan ini,
Apa saja yang telah kita perbuat,
Apa yang telah kita perbuat untuk diri-diri kita di bulan yang agung ini
Jika ia seorang yang beramal kebaikan, pujilah Allah dan sempurnakanlah dengan kebaikan
Barangsiapa yang lalai hendaknya ia perbaiki dengan taubat
Sungguh Allah menerima taubat hambaNya dan memaafkan segala kejelekan
Janganlah kalian berputus asa dengan rahmat Allah, “Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. Yusuf: 87)
Barangsiapa yang telah berbuat kebaikan atau bermalas-malasan perbaguslah amalan penutup kalian
Karena amal itu tergantung akhirnya
Kemudian jadilah kalian orang yang takut dan khawatir amal kalian tidak diterima..
Karena Allah jalla wa’ala berfirman, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al Maidah: 27)
Renungkanlah diri-diri kalian, niat-niat kalian, tujuan-tujuan kalian,
Janganlah salah seorang diantara kalian merasa kagum dengan amalannya,
Atau ia menyangka telah melaksanakan kewajiban yang telah diwajibkan atasnya,
Atau merasa telah menunaikan hak Allah atasnya,
Akan tetapi anggaplah dirinya sebagai hamba yang lengah,
Menganggap diri sebagai hamba yang lalai,
Engkau hinakan diri dihadapan Allah Azza wa Jalla,
Dahulu para salaf berkata,
Andai saja aku tahu bahwa Allah menerima amalan dariku walaupun sebesar biji atom pastilah aku berangan-angan untuk mati.
Demikian ini dikarenakan besarnya rasa takut mereka kepada Allah subhanahu wa ta’ala
Bulan ini telah berakhir atau hampir saja berakhir,
Mari kita introspeksi diri-diri kita selama Ramdhan ini,
Apa saja yang telah kita perbuat,
Apa yang telah kita perbuat untuk diri-diri kita di bulan yang agung ini
Jika ia seorang yang beramal kebaikan, pujilah Allah dan sempurnakanlah dengan kebaikan
Barangsiapa yang lalai hendaknya ia perbaiki dengan taubat
Sungguh Allah menerima taubat hambaNya dan memaafkan segala kejelekan
Janganlah kalian berputus asa dengan rahmat Allah, “Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. Yusuf: 87)
Barangsiapa yang telah berbuat kebaikan atau bermalas-malasan perbaguslah amalan penutup kalian
Karena amal itu tergantung akhirnya
Kemudian jadilah kalian orang yang takut dan khawatir amal kalian tidak diterima..
Karena Allah jalla wa’ala berfirman, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al Maidah: 27)
Renungkanlah diri-diri kalian, niat-niat kalian, tujuan-tujuan kalian,
Janganlah salah seorang diantara kalian merasa kagum dengan amalannya,
Atau ia menyangka telah melaksanakan kewajiban yang telah diwajibkan atasnya,
Atau merasa telah menunaikan hak Allah atasnya,
Akan tetapi anggaplah dirinya sebagai hamba yang lengah,
Menganggap diri sebagai hamba yang lalai,
Engkau hinakan diri dihadapan Allah Azza wa Jalla,
Dahulu para salaf berkata,
Andai saja aku tahu bahwa Allah menerima amalan dariku walaupun sebesar biji atom pastilah aku berangan-angan untuk mati.
Demikian ini dikarenakan besarnya rasa takut mereka kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Terimakasih kak atas masukanya :)
EmoticonEmoticon