ABU HASAN-313
Para sahabat adalah manusia yang paling beruntung karena mereka dapat melihat langsung keindahan fisik dan karakter manusia termulia sepanjang zaman. Oleh karena bagi mereka Nabi adalah qudwah mutlak dalam segala sesuatu. Jangankan masalah ibadah, jihad, kedermawanan sampai masalah selera makan pun mereka berusaha meniru kecintaan mereka Sayyiduna Wa maulana Muhammad SAW dan menjauhi apapun yang tidak disukai oleh beliau .
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Anas RA bahwa tukang jahit mengundang Rasulullah SAW untuk menyantap makanan yang dibuatnya. Anas menuturkan; aku pun pergi bersama Rasulullah SAW untuk menikmati hidangan makanan itu. Ia mendekatkan roti gandum dan kuah yang ada lubba (sejenis labu manis) kepada Rasulullah SAW. Aku melihat Rasulullah SAW menyukai lubba hingga sejak hari itu aku pun menyukainya.
Dalam Shahiih Muslim dari Abu Ayyub RA saat ia membuat makanan untuk Nabi SAW dengan memberikan bawang putih, ada seorang yang berkata kepada Abu Ayyub; Nabi SAW tidak memakannya. Apakah makanan itu haram? tanya Abu Ayyub. Nabi SAW mengatakan:
لَا، وَلَكِنِّي أَكْرَهُهُ.
"Tidak, tapi aku tidak menyukainya." Abu Ayyub berkata; aku pun tidak menyukai apa yang tidak engkau sukai.
Jika para sahabat dapat mencontoh Nabi SAW sampai para urusan selera makan, mengapa kita tolak ajaran beliau SAW, kita lakukan apa yang menjadi murka beliau, seperti riba, fitnah, menipu, risywah, meremehkan muslim, menjual agama, tawadhu' pada orang fasiq, membiarkan aurat anak istri terbuka dan dilihat oleh orang dll.
Ya Allah beri kami hati seperti hati para sahabat Nabi-Mu, dalam memuliakan dan mengagungkan Nabi dan ajaran beliau.

Terimakasih kak atas masukanya :)
EmoticonEmoticon