-->

Postingan Populer

Nasib Manusia Tidak Akan Terlepas Dari 4 Keadaan

- October 16, 2017
advertise here
advertise here
Jika kita perhatikan nasib manusia, tidak akan terlepas dari 4 keadaan, yaitu :
  1. Taat kepada Allah & Hidup Senang.
  2. Taat kepada Allah tapi Hidup Susah.
  3. Suka Bermaksiat kepada Allah & Hidup susah.
  4. Suka Bermaksiat kepada Allah tapi Hidup Senang.

Jika kita termsk golongan nomor 1 (Taat kepada Allah & Hidup Senang)

Maka itu adalah kondisi yang wajar & normal. Allah Subhanahu wata'ala Berfirman :
"Barangsiapa melakukan kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami Berikan kepadnya kehidupan yang baik & akan Kami Beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl:97)"

Nah, Jika kita termsuk golongan nomor 2 (Taat kepada Allah tapi Hidup Susah) maka ada 2 kemungkinan penyebabnya :

Mungkin Allah Mencintai kita & ingin Menaikkan derajat kita dengan menguji kesabaran dan cobaan di dunia, sesuai dalam Firman-Nya :
"Dan Kami pasti akan Menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa & buah-buahan. Dan sampikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah:155)

Mungkin sela-sela ketaatan itu ada kekurangan / dosa-dosa yang belum diampuni & kita pun lalai untuk bertaubat darinya. Karnanya Allah Mengirimkan cobaan agar kita segera sadar & kembali bertaubat.
"Dan pasti kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) seblm azab yang lebih besar (di akhirat) agar mereka kembali ke jalan yang benar. (QS. As-Sajdah:21)

Dan jika kita termasuk golongan ke 3 (Suka Bermaksiat & Hidup Susah)

Itu juga kondisi yang wajar & normal, Allah Subhanahu wata'ala Berfirman :
“Dan barang siapa berpaling dari peringatanku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit & kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha:124)

Dan jika kita berada pada golongan ke 4 (Suka Bermaksiat tapi Hidup Senang)

Maka berhati-hatilah, sungguh berhati-hatilah

Itulah yang disebut Al-Istidraj yakni ketika Allah mengulur waktu seorang ahli maksiat dan memberinya limpahan rezeki hingga ia lupa dan tak pernah ingat dengan taubat. Dan inilah seburuk-buruknya nasib seseorg.

Karna Allah telah membiarkannya dalam kubangan maksiat sementara nanti akan menghadapi hari akhir denga rasa takut dan siksa yang tak terbayangkan.

"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.” (QS. Al-An’am:44)

Karna itu, seharusnya kita bersyukur ketika masih merasakan cobaan dan kesulitan hidup. Itu artinya Allah masih selalu mengingatkan kita untuk kembali kepad-Nya dan tidak membiarkan kita lalai dalam derasnya arus maksiat.

Wallahu a'lamu bish shawab.

Semoga kita tidak termasuk golongan orang yang diacuhkan oleh Allah Subhanahu wata'ala. Aamiin.

Penulis : Nyantri Tapi Sanes Santri

Terimakasih kak atas masukanya :)
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search